BAB 1 PERPANGKATAN
Bilangan Berpangkat Bilangan Bulat.
Sebelumnya kalian sudah mempelajari apa yang dimaksud dengan pangkat.
Jadi dapat kalian ketahui bahwa bilangan berpangkat bisa diartikan sebagai :
“Bilangan yang Memiliki Pangkat”
Sebelumnya juga sudah diberi contoh beberapa bentuk bilangan berpangkat,
misalnya
![]()
, bilangan tersebut merupakan bilangan bilangan berpangkat, dimana 3 adalah bilangan pangkatnya. karena 3 merupakan bilangan bulat, maka
![]()
disebut bilangan berpangkat bilangan bulat.
1. Bilangan Berpangkat Sederhana.
Perhatikan contoh perkalian berikut:
a. 2 x 2 x 2
b. 3 x 3 x 3 x 3
c. 4 x 4 x 4 x 4 x 4
d. 5 x 5 x 5 x 5 x 5 x 5
Dari ke empat contoh perkalian tersebut dapat dibuat bentuk pangkat sebagai berikut :
a. 2 x 2 x 2 =
![]()
b. 3 x 3 x 3 x 3 =
![]()
c. 4 x 4 x 4 x 4 x 4 =
![]()
d. 5 x 5 x 5 x 5 x 5 x 5 =
![]()
Bentuk perpangkatan tersebut memiliki bilangan pangkat bilangan bulat positif.
Bentuk bilangan berpangkat seperti ini lah yang dinamakan dengan bilangan berpangkat sederhana.
Bilangan berpangkat
![]()
dengan n bilangan bulat positif didefinisikan sebagai berikut.

Pada bilangan perpangkatan dengan pangkat bilangan bulat, memiliki sifat-sifat berikut ini :
Jika a,b ∈ R dan m,n adalah bilangan bulat positif, maka :
1.
![]()
2.

n” title=”Rendered by QuickLaTeX.com” height=”23″ width=”152″ style=”box-sizing: border-box; border: none !important; vertical-align: -6px; max-width: 100%; height: auto; background: 0px 0px !important; padding-top: 6px; padding-right: 0px !important; padding-bottom: 0px !important; padding-left: 0px !important; margin-top: 0px !important; margin-right: 0px !important; margin-bottom: 13px; margin-left: 0px !important;”>
3.
![]()
4.
![]()
b. Bilangan Berpangkat Nol
Pada pembahasan diatas, pada bilangan perpangkatan dengan pangkat bilangan bulat terdapat sifat

n” title=”Rendered by QuickLaTeX.com” height=”23″ width=”152″ style=”box-sizing: border-box; border: none !important; vertical-align: -6px; max-width: 100%; height: auto; background: 0px 0px !important; padding-top: 6px; padding-right: 0px !important; padding-bottom: 0px !important; padding-left: 0px !important; margin-top: 0px !important; margin-right: 0px !important; margin-bottom: 13px; margin-left: 0px !important;”>
Sifat tersebut untuk nilai m > n,
Bagaimana jika nilai m = n?
![]()
karena m = n, maka,
![]()
karena
![]()
maka,
![]()
Jadi nilai pangkat nol (0) dari sebarang bilangan bulat bukan nol, akan bernilai = 1
BAB 2 PELUANG
- Ruang sampel adalah himpunan semua hasil yang mungkin dari suatu percobaan dan titik sampel adalah setiap anggota ruang sampel. Ruang sampel dapat disusun menggunakan diagram pohon dan tabel.
- Peluang kejadian A dirumuskan sebagai:
P(A) =
dengan P(A) menyatakan peluang kejadian A, n(A) menyatakan banyak kejadian acak A, dan n(S) menyatakan banyak titik sampel yang mungkin. - Peluang kejadian bukan A (P(
))dirumuskan sebagai:
P() = 1 – P(A)
- Batas-batas nilai peluang kejadian A dituliskan sebagai:
0 ≤ P (A) ≤ 1
dengan P (A) = 0 menyatakan peluang kemustahilan dan P(A) = 1 menyatakan peluang kepastian. - Frekuensi harapan kejadian A dinotasikan sebagai E(A) dan dirumuskan sebagai:
E(A) = P(A) × N
dengan N adalah banyak percobaan yang dilakukan.BAB 3 PENGOLAHAN DAN PENYAJIAN DATA
- Statistika merupakan ilmu yang mempelajari metode pengumpulan, pengolahan, dan penarikan kesimpulan dari data.
- Populasi adalah kumpulan objek yang menjadi sasaran penelitian dan memiliki karakteristik yang sama.
- Sampel adalah bagian dari populasi yang diteliti secara langsung dan dapat digunakan sebagai dasar penarikan kesimpulan.
- Data tunggal merupakan datum-datum yang memiliki satuan yang sama. Data tunggal dibagi dua, yaitu data tunggal biasa dan data tunggal berbobot.
- Data tunggal biasa adalah data tunggal yang disajikan tanpa menggunakan tabel frekuensi.
- Data tunggal berbobot adalah data tunggal yang disajikan menggunakan tabel frekuensi.
- Jangkauan adalah selisih antara nilai terbesar dan nilai terkecil dalam satu kelompok nilai.